Selasa, 07 Juni 2011

" PERSAHABATAN MUSLIM"

Berkata Khalid bin Shafwan: “Manusia yang paling lemah adalah yang enggan bersahabat,
dan lebih lemah lagi, orang yang memutuskan tali persahabatan yang pernah terjalin.”
Seorang bijak mengatakan: “Harta karun yang paling berharga adalah sahabat sejati.”
Yang lain berkata: “Sahabat yang suka membantu adalah ibarat lengan dan siku.”
Seorang penyair berkata:
banyak orang mempunyai beragam angan-angan
sedang angan-anganku dalam kehidupan
hanya seorang sahabat yang rela berbagi nasib
kami berdua laksana satu ruh
yang dibagi untuk dua tubuh
tubuh kami dua
namun ruh kami satu
Menurut al-Kindi: “Sahabat adalah seorang manusia, dia ini kamu, hanya saja dia adalah
orang lain.”
Orang bijak mengatakan: “Barangsiapa enggan menjalin persahabatan, niscaya hidupnya
dipenuhi permusuhan dan kehinaan. Aku bersaksi bahwa sahabat sejati adalah kekayaan yang paling berharga dan bekal yang paling istimewa, karena ia adalah sebagian dari jiwa dan penghapus duka.”
Sementara pepatah bijak lainnya menyatakan: “Seringkali seorang sahabat lebih dicintai daripada saudara kandung sendiri.”
Mu’awiyah pernah ditanya: “Apa yang paling engkau sukai?” Ia menjawab: “Seorang
sahabat yang mendorongku agar mencintai rakyat.”
Ibnul-Mu’taz berkata: “Orang yang dekat terasa jauh karena permusuhan, sementara
orang yang jauh terasa dekat karena cinta dan kasih sayang.”
Seorang penyair berkata:
kaum kerabat seringkali mengkhianatimu
namun orang yang sanggup memenuhi janji
justru orang yang tak senasab denganmu
Seorang penyair menggambarkan:
kurasa engkau selalu menjauh dariku
maka aku pun menjauh separti yang kau mau
jauh darimu sungguh menyakitkanku
namun kedekatanku menyakitimu
apa yang harus kulakukan wahai sahabatku
Namun, jika sahabatmu sebetulnya memang tidak suka menjalin hubungan ukhuwah
denganmu, dan respons yang selama ini ditunjukkannya hanya sekadar lip service pergaulan atau didorong oleh keterpaksaan belaka, maka tinggalkanlah. Anda tidak perlu menjalin hubungan ukhuwah yang bersifat khusus dengannya, biarkan hubunganmu dalam batas persahabatan islami yang biasa.
Saran ini dinyatakan oleh Imam Syafi’i dalam puisinya:
jika seseorang membalas persahabatanmu
dengan kepura-puraan
jauhilah dan jangan terlanjur memberi belas kasihan
banyak orang yang boleh mengganti kedudukannya
dengan meninggalkan, engkau merasa lebih nyaman
hati masih sanggup menahan sabar menanti sang kekasih
walau jarak terlalu jauh memisahkan
tidak semua orang yang kausuka
akan suka kepadamu
dan tidak semua orang yang kauberi kesetiaan
akan membalas dengan ketulusan
jika persahabatan tidak tercipta secara alami
apalah arti sebuah cinta yang penuh kepalsuan
apalah arti seorang sahabat
jika sanggup mengkhianati sahabatnya
berubah sikap dari cinta menjadi dendam
melupakan keindahan hubungan yang pernah terjalin
membuka rahasia yang selama ini dijaga
apa arti kehidupan dunia jika tidak melahirkan
seorang sahabat nan setia, memegang janji
lagi baik hati
———————————————————–
kumpulan puisi persahabatan islam – puisi-puisi islami tentang sahabat
———————————————————–
Malik bin Dinar berkata: “Dua insan tidak akan terikat dalam jalinan ukhuwah, kecuali jika masing-masing memiliki sifat yang sama dengan sahabatnya.”
karena itu, betapa banyak orang yang berjumpa sekilas dalam perjalanan, kemudian
berubah menjadi teman yang sangat dekat. Ada juga orang yang anda kenal melalui sahabat lama, kemudian ia menjadi sahabat yang lebih dekat ketimbang sahabat lama itu sendiri. Hal tersebut biasa terjadi, karena anda menemukan beberapa kesamaan perasaan, kesenangan, pemahaman, dan idea.
Separti yang dinyatakan oleh seorang penyair:
berapa banyak sahabat yang kaukenal melalui sahabat
ia lebih dekat denganmu daripada sahabat lama
seorang sahabat yang kautemui dalam perjalanan
setelah sampai tujuan ia menjadi sahabat sejati
Seorang penyair membahasakan:
jika engkau ingin berteman
maka carilah seorang sahabat
yang penuh malu, menjaga diri dan murah hati
ia berkata ‘tidak’ jika engkau katakan ‘tidak’
dan jika kaukatakan ‘ya’ ia menjawab juga ‘ya’
aku selalu menutup pandangan dari kesalahan sahabat
karena takut menjalani hidup tanpa sahabat
Penyair lain berkata:
orang yang enggan menutup pandangan
dari kekurangan sahabat
sampai akhir hayat, ia tak kan dapat sahabat tanpa cacat
orang yang selalu menghitimg-hitung kesalahan
sepanjang hayat tak ada sahabat tanpa cacat
Penyair yang lain pula menyatakan:
terimalah sahabatmu dengan segala kekurangannya
sebagaimana kebaikan mesti diterima walau kecil wujudnya
terimalah sahabatmu
karena jika sekali ia menyakiti
lain kali ia membahagiakan
Seorang penyair menuturkan hal ini dalam untaian indah bait puisinya:
pergaulilah sahabatmu dengan segala kekurangan
yang dimilikinya
jagalah agar tetap mencintainya sekalipun jauh berpisah
orang yang paling lama menderita adalah
pendamba sahabat sejati tanpa kekurangan
Tidak ada orang yang hidup tanpa cela, seorang penyair mengungkapkan:
jangan kurangi cintamu kepada sahabat
hanga karena melihatnya melakukan sekali kesalahan
tiada sahabat tanpa cacat
sebesar apa pun upayamu untuk mencarinya
Kita terkadang tidak suka melihat perangai seseorang. Tetapi ketika ia pergi, dan kita telah bergaul dengan orang lain, ternyata orang itu lebih buruk perangainya. Maka saat itulah
mata kita baru terbuka, dan melihat sisi-sisi baik sahabat pertama yang tidak pernah
diperhitungkan sebelumnya.
Seorang penyair mengungkapkan hal ini dalam puisinya:
pernah kusakiti hati sahabatku, Salam, dengan teguran
namun setelah berpisah dan mencoba bersahabat dengan
banyak orang
akhimya harus kutangisi kepergian seorang Salam
karena itu, Anda harus yakin bahwa siapa pun tidak akan lepas dari kekurangan, manusia
tetap sebagai manusia yang tidak pernah lepas dari kudratnya.
mereka tetap manusia
sama dengan dunia, harus ada cela
terlihat oleh mata atau nampak ibarat noda
dalam air jernih
kiranya tidak adil jika harus mendapat sahabat
yang baik
sementara dirimu tidak baik perangai
dan tatakrama
Seorang penyair berkata:
jangan patah hati karena seorang sahabat menyakitimu
banyak orang yang menyalahi
tapi tetap murah hati penuh derma
jika sahabatmu menyalahi, tetaplah pertahankan
hingga akrab kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar