Selasa, 26 April 2011

islam agama kasih sayang

Mewaspadai Gerakan NII & Mengenal Ciri-Cirinya


 Mewaspadai Gerakan NII & Mengenal Ciri Cirinya.Sekarang media massa hingar bingar dengan peristiwa yang dialami anak-anak muda yang “hilang”, dan kemudian diketemukan dalam keadaan seperti “linglung”, dan menurut pengakuan mereka, mereka mengalami pencucian otak. Benarkah mereka yang “hilang” itu menjadi korban dari proses cuci otak yang dilakukan oleh NII.
Berbagai kajian yang pernah diterbitkan media massa, menilai ada NII yang menyimpang jauh dari ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, dan disebut-sebut memiliki kaitan erat dengan Pondok Pesantren Al-Zaytun di Jawa Barat.
Pondok pesantren modern ini berdiri pada akhir tahun 1990-an dan diresmikan oleh Presiden RI saat itu, B.J. Habibie. Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Abu Toto alias Syeikh Panji Gumilang A.S. itu, bukan hanya diresmikan oleh Presiden BJ Habibie semata, tetapi sejumlah tokoh penting pernah berkunjung dan memberikan bantuan kepada Pesantran Az-Zaytun, konon termasuk diantaranya sejumlah tokoh penting militer dan intelijen, bahkan diisukan mendapat suntikan dana dari Pemerintah Kerajaan Inggris.
Sampai sekarang media massa meributkan tentang NII dan dikaitkan dengan Az-Zaytun, tetapi tidak pernah ada tindakan apapun terhadap pesantren dan pengasuhnya. Seakan Pesantren itu kebal dari aparat dan hukum. Sementara itu, orang-orang yang mempunyai kaitan dengan NII, banyak yang kemudian menjadi tersangka atau dipenjara dalam waktu tertentu. Entah dituduh sebagai teroris atau melakukan gerakan yang dianggap menjadi ancaman keamanan negara.
Berbagai media massa Islam menampilkan hasil-hasil penelitian, analisis para pakar, hingga kesaksian para mantan santri pesantren tersebut sebagai bukti “kesesatan” Al-Zaytun dengan NII “jadi-jadiannya”.
Banyak yang mengatakan bahwa yang muncul ke permukaannya fenomena ini, dan berlanjut menjadi sebuah permasalahan pelik, merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk menghancurkan umat Islam di Indonesia. Seandainya, argumentasi ini benar, maka, wajar bagi umat Islam untuk menjadikan pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut sebagai musuh bersama yang harus dibasmi.
Sebuah situs di internet menyebutkan ciri-ciri kelompok bawah tanah yang
mengatasnamakan NII tersebut. Berikut ini adalah sebagian ciri-cirinya:
1. Dalam mendakwahi calonnya, mata sang calon ditutup rapat, dan baru akan dibuka ketika mereka sampai ke tempat tujuan.
2. Para calon yang akan mereka dakwahi rata-rata memiliki ilmu keagamaan yang relatif rendah, bahkan dapat dibilang tidak memiliki ilmu agama. Sehingga, para calon dengan mudah dijejali omongan-omongan yang menurut mereka adalah omongan tentang Dinul Islam. Padahal, kebanyakan akal merekalah yang berbicara, dan bukan Dinul Islam yang mereka ungkapkan.
3. Calon utama mereka adalah orang-orang yang memiliki harta yang berlebihan, atau yang orang tuanya berharta lebih, anak-anak orang kaya yang jauh dari keagamaan, sehingga yang terjadi adalah penyedotan uang para calon dengan dalih islam. Islam hanya sebagai alat penyedot uang.
4. Pola dakwah yang relatif singkat, hanya kurang lebih tiga kali pertemuan, setelah itu, sang calon dimasukkan ke dalam keanggotaan mereka. Sehingga, yang terkesan adalah pemaksaan ideologi, bukan lagi keikhlasan. Dan, rata-rata, para calon memiliki kadar keagamaan yang sangat rendah. Selama hari terakhir pendakwahan, sang calon dipaksa dengan dijejali ayat-ayat yang mereka terjemahkan seenaknya hingga sang calon mengatakan siap dibai’at.
5. Ketika sang calon akan dibai’at, dia harus menyerahkan uang yang mereka namakan dengan uang penyucian jiwa. Besar uang yang harus diberikan adalah Rp 250.000 ke atas. Jika sang calon tidak mampu saat itu, maka infaq itu menjadi hutang sang calon yang wajib dibayar.
6. Tidak mewajibkan menutup aurat bagi anggota wanitanya dengan alasan kahfi.
7. Tidak mewajibkan shalat lima waktu bagi para anggotanya dengan alasan belum futuh. Padahal, mereka mengaku telah berada dalam Madinah. Seandainya mereka tahu bahwa selama di Madinah-lah justru Rasulullah saw. benar-benar menerapkan syari’at Islam.
8. Sholat lima waktu mereka ibaratkan dengan doa dan dakwah. Sehingga, jika mereka sedang berdakwah, maka saat itulah mereka anggap sedang mendirikan shalat.
9. Shalat Jum’at diibaratkan dengan rapat/syuro. Sehingga, pada saat mereka rapat, maka saat itu pula mereka anggap sedang mendirikan shalat Jum’at.
10. Untuk pemula, mereka diperbolehkan shalat yang dilaksanakan dalam satu waktu untuk lima waktu shalat.
11. Infaq yang dipaksakan per periode (per bulan) sehingga menjadi hutang yang wajib dibayar bagi yang tidak mampu berinfaq.
12. Adanya qiradh (uang yang dikeluarkan untuk dijadikan modal usaha) yang diwajibkan walaupun anggota tak memiliki uang, bila perlu berhutang kepada kelompoknya. Pembagian bagi hasil dari qiradh yang mereka janjikan tak kunjung datang. Jika diminta tentang pembagian hasil bagi itu, mereka menjawabnya dengan ayat Al Qur’an sedemikian rupa sehingga upaya meminta bagi hasil itu menjadi  hilang.
13. Zakat yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Takaran yang terlalu melebihi dari yang semestinya. Mereka menyejajarkan sang calon dengan sahabat Abu Bakar dengan menafikan syari’at yang sesungguhnya.
14. Tidak adanya mustahik di kalangan mereka, sehingga bagi mereka yang tak mampu makan sekalipun, wajib membayar zakat/infaq yang besarnya sebanding dengan dana untuk makan sebulan. Bahkan, mereka masih saja memaksa pengikutnya untuk mengeluarkan ‘infaq’, padahal, pengikutnya itu dalam keadaan kelaparan.
15. Belum berlakunya syari’at Islam di kalangan mereka sehingga perbuatan apapun tidak mendapatkan hukuman.
16. Mengkafirkan orang yang berada di luar kelompoknya, bahkan menganggap halal berzina dengan orang di luar kelompoknya.
17. Manghalalkan mencuri/mengambil barang milik orang lain.
18. Menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan, seperti menipu/ berbohong meskipun kepada orang tua sendiri.
Sebuah fenoma yang seperti gunung es, yang sekarang ini terus berkembang di tengah-tengah masyarakat yang mempunyai dampak luas dalam kehidupan umat Islam. Dengan stigma yang sangat menganggu,  setiap peristiwa yang dikaitkan dengn NII akan selalu berdampak negatif.
Cobalah pahami dan dipikirkan 18 ciri yang merupakan “methode” gerakan NII, yang akhir-akhir mendapatkan perhatian luas masyarakat. (mk)

Asy Syafi'i - dan aku- menangis

Satu saat asy syafi’i ditanya mengapa hukuman bagi pezina sedemikian beratnya wajah asy syafi’ memerah, pipinya rona delima “karena”, jawabnya dengan mata menyala “zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta keluarganya, tetangganya, keturunanny...a hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya” *** ia ditanya lagi dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu, Allah berkata, “Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!” *** asy syafi’i terdiam ia menunduk, ia menangis setelah sesak sesaat, ia berkata “karena zina seringkali datang dari cinta dan cinta selalu membuat kita iba dan syaithan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia daripada mencintaiNya” *** ia ditanya lagi dan mengapa, Allah berfirman pula “Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” bukankah untuk pembunuh, si murtad, pencuri Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan? *** janggut asy syafi’i telah basah bahunya terguncang-guncang “agar menjadi pelajaran” ia terisak “agar menjadi pelajaran” ia tersedu “agar menjadi pelajaran” ia tergugu *** lalu ia bangkit dari duduknya matanya kembali menyala “karena ketahuilah oleh kalian.. sesungguhnya zina adalah hutang hutang, sungguh hutang.. dan.. salah seorang dalam nasab pelakunya pasti harus membayarnya!” kutulis dengan menangis, semoga menjadi pengingat yang terwaris.

Senin, 25 April 2011

Inilah Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum Sambil Berdiri


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRbySGzLwrxBBOCT4byDGAlqqf-wGtPv3M2XDufCNA3id2W2a1UF7HcgRP_aZw_98lfAmOf0z3J_UTwJuWFDDhYflPdOeGTQgqhZnZzY8RMqZ9m_KJP4diyLp8Y4XbpU3SDwaSYx6GqoiY/s200/minum+berdiri.jpg
Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

Betul, penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sungguh berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing, jelas hal ini berhubungan dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: "Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri". Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk."

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat azas darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dirumah Aisyah r.a. sedang makan daging yang dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk seorang perempuan yang keji mulut melihat Rasulullah s.a.w. duduk sedemikian itu lalu berkata: "Lihatlah orang itu duduk seperti budak." Maka dijawab oleh Rasulullah s.a.w.: "Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Rasulullah s.a.w. mempersilakan wanita itu untuk makan. Adapun duduk bertelekan (bersandar kepada sesuatu) telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, "Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan" (HR Bukhar).

dari berbagai sumber

Minggu, 24 April 2011

Kisah Air Mata Rasulullah

Tiba-tiba  dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,'Siapakah itu wahai anakku?' 'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. 'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di  dunia. dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. 'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. 'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. 'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi. 'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?' 'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.' Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. 'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?' Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. 'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.'

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku' 'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku' dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

~::*Jangan Terbuai Oleh Perasaan*::~

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته


 Wanita yang kuat akan selalu bangkit ketika ada masalah dan tidak terpuruk terlalu lama didalamnya. Dan dalam  menjalankan apapun, hendaknya lebih memilih berpikir dengan logika daripada perasaan meskipun pada kenyataan, kita sebagai wanita cenderung menggunakan perasaan dibandingkan logika.

Sejatinya, kita harus berpikir tentang baik buruknya suatu hal yang sedang dan akan berlangsung di hidup kita. Bila dikatakan hidup itu rumit, melelahkan, sulit dan sebagainya... Hal itu tak sepenuhnya benar. Meski terkadang, saya pribadi suka mengalami kerumitan dalam hidup yang membuat saya down. Namun ternyata jika ditelisik lagi, Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat rumit.

Ada hal dimana, kita harus rehat sejenak... Menghirup udara segar, sambil memejamkan mata dan menikmati angin berdesir yang itu semua membuat beban kita terasa lepas. Sekali lagi, kejenuhan dan keletihan dalam menghadapi aktivitas harian rasanya tidak bisa disangkal oleh kita. Siapapun bisa merasakannya... Seperti kita, yang terlahir sebagai seorang wanita. Ada saja yang membuat perasaan gundah gulana, sedih, kecewa, marah dan sebagainya. Terlebih, bila kejenuhan hati tengah kita rasakan... Banyak yang memutuskan untuk "menghilang dari peredaran". Saya mengerti akan hal itu, memang butuh waktu-waktu tertentu untuk kita rehat sejenak. Menghindar dari segala kerumitan yang ada, yang tentu timbul dari sebuah perasaan.

Sekali lagi, saya hanya ingin menjalani sesuatu sesederhana mungkin dan tidak ingin terbuai dengan perasaan saya saja karena saya merasa bahwa kaum wanita kadang menjadi korban dari buaian perasaannya. Semuanya itu boleh saja sih, tapi jangan berlebihan karena sesuatu yang dilakukan secara berlebihan hasilnya belum tentu baik. Betul khan?

Kita harus memiliki standar sendiri untuk memilih hal yang sekiranya baik untuk kehidupan kita. Seperti halnya saya, tentu tidak akan bertahan apabila saya tidak merasa dihargai dengan layak dalam hal apapun. Karena itu sifat dasar manusia. Butuh sebuah penghargaan. Tapi, apa jadinya jika hal yang kita inginkan itu tak bisa terwujud? Kalau mengikuti kata perasaan, tentu yang didapat adalah kecewa dan sakit hati yang ada pada diri. Padahal banyak yang bisa kita hargai dari dalam diri kita. Tanpa perlu mendapat penghargaan dari orang lain.

Percayalah... Keletihan, kerapuhan, kelemahan, kesakitan dan sebagainya... Ternyata bisa kita lalui semua. Meski terkadang semua itu harus kita lalui terlebih dahulu dengan berurai air mata. Tak mengapa, bukankah air mata dicipta untuk mengungkapkan sebuah rasa? Karena tidak hanya bahagia saja yang ada di dunia.

"Engkau tidak akan bahagia dengan hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain... Tapi kembalilah pada rasa yang ada dalam dirimu agar engkau gembira." [Syaikh 'Aidh Al-Qarni]
"Kadang, bukan suasana yang harus diganti... Tapi rasa di dalam hati yang perlu kita perbaiki". [Tarbawi, 6 Mei 2010]
Maka, Sebagai seorang wanita dan pribadi yang mandiri... Kita harus lebih pintar mengontrol perasaan kita, bepikir logis, dan tidak gegabah dalam bertindak. Apabila kita sebagai wanita sudah merasa harga diri kita terlanjur hancur, sebagai akibat dari kurangnya penghargaan terhadap diri kita sendiri, ada baiknya untuk mencoba bangkit kembali dan berusaha lebih menghargai diri kita sebelum kita ingin dihargai orang lain.

Don’t waste your time.

Masih ada kesempatan... Untuk tidak terlalu terbuai oleh perasaan.

*Persembahan untuk saudariku, dimanapun berada... Berhentilah mengeluh dan bersinarlah

~::* UKHTY JANGAN HIANATI UKHUWAHMU *::~


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


بسم الله الرحمن الرحيم



السلام عليكم ورحمة الله و بركاته


Salam hormat ku haturkan pada mu duhai saudariku,...
Salam penghargaan tertinggi dariku,....
Salam yang kuharap mampu menetralkan gejolak..
Yang ada di hati ini,...
Karena gelisahku melihat keadaan mu,....
Ukhty,...
Telah sampai ilmu kepadamu,..
Bagaimana hakikat sebuah ukhuwah ..
Yang di bangun berdasarkan kecintaan kita PadaNya,...
Berdasarkan ketaatan padaNya,...
Untuk itu jadikanlah surat ku ini sebagai pembanding ilmu mu saja,..
Karena siapa aku,.. yang lancang menasehatimu,...
Bukan pula maksud ku untuk mengguruimu,..
Karena yakinku,.. ilmu mu jauh di atas ku,...
Secara lahiriah bahkan mungkin engkau lebih baik dariku,...
Tapi sebagai saudari kewajiban ku lah menasehati,..
Jika engkau dalam kealpaan,..
Bagaimanapun kita tetaplah manusia biasa ,..
Bukan orang yang ma’sum dari kesalahan...

Ukhty,..
Aku dan engkau telah berukhuwah...
Engkau dan dia pun berukhuwah...
Kelak pun,..jika hatimu condong padanya,..
Maka wajarlah adanya,..
Karena mungkin engkau lebih sepaham dengannya,...
Tak akan aku cemburu dan jangan pula engkau tak enak hati,.
Karena hakikatnya kita semua dalam bingkai ukhuwah,...
Ukhty,,.
Tahukah engkau ..
Betapa akal ini rasanya tak mampu menerima secara logika,..
Jika ternyata tangismu selama ini,.
Engkau katakan karena ukhuwah..
Karena hubungan mu tak lagi baik dengan nya,.. sahabat katamu,...
Tak ada yang salah,.jika engkau menangis,..
Kodrat mu lah sebagai wanita memang lemah,..
Lebih melankolis...
Ternyata sahabat mu lebih akrab dengan sahabatnya yang lain,,..
Renggang pula hubungannya denganmu,...
Bahkan engkau bilang,.telah kecewa padanya,..
Kecewa akan sebuah ukhuwah,...
Ukhty,..
Tahukah engkau,..
Ukhuwah itu anugerah yang tak terhingga,..
Kenikmatannya tak dapat di ukur dari segi materi saja,..
Wujudnya pun,.. tak terlihat kasat mata,...
Tapi ia ada,.. yang hanya mampu dirasakan..
Hanya orang – orang yang di kehendaki Nya,..
Ukhuwah tumbuh dan lahir dari cahaya keimanan seorang hamba,....
Lantas,.yakinkah kau putuskan ukhuwah mu,.
Hanya karena kurang komunikasi semata?????
Ukhty,..Jangan Hianati Ukhuwah mu.....!!!
“Dan (ALLAHlah) Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Lihatlah betapa ukhuwah itu anugerha dari ALLAH,..
Kelak,..kalau ada yang memutuskan berukhuwah dengan mu,..
Hanya karena masalah kepentingan semata,...
Maka yakinlah ALLAH  sedang menyeleksi siapa yang patut jadi sahabatmu,..
Ukhty,...
Ketika engkau hendak menjalin ukhuwah,..
Luruskan dulu niatmu,..
Apakah karena ALLAH,.
Dan berharap mendapat pahala dariNya,..
Atau hanya sanjungan manusia semata,...
Jika ukhuwahmu karena ALLAH,..
Jadikanlah kecintaanmu itu bertambah seiring ketaatan saudarimu,..
Dan kebencianmu seiring kemaksiatan yang saudarimu lakukan,..
Namun,.. ketika keakraban terjadi hanya karena kepentingan,,...
Maka luruskan kembali niatmu,..
Sungguh niat bukan karena Allah hanya akan menyakitimu,..
Kelak akan tumbuh,.ketidakikhlasan....
Rasa memiliki yang ujung nya hanya akan membuat airmata mu tumpah,...
Adakah berhari – hari engkau sedih ,..
hanya karena saudarimu memutuskan ukhuwah karena cemburu,,,?????
Tidak terpikirkah,..betapa hari mu berlalu sia – sia...
Bersedih,..gundah gulana hanya karena seseorang,...
Yang kau katakan sahabat dan saudara seiman mu,..
Tapi keberadaanya,.tidak menambah ketaatan mu pada ALLAH,..
Bahkan justru kadang menuding ALLAH  tak adil,..
Karena menakdirkan,.. ukhuwha mu berakhir,...
Ukhti,.Jangan Hianati Ukhuwah mu,....
Ukhuwah itu tak tergantung,..
Seintens apa komunikasi kita,..
Tapi ia tergantung sewa’ra apa diri kita,..
Bagaimana Taqwa dan keimanan kita,...
Jadi janganlah,...
Menghukumi saudarimu,...
Dengan tuduhan tak lagi menyayangi dan menunaikan hakmu,..
Bukan dirimu saja yang hendak di perhatikan,..
Kita mencoba,.berbagi perhatian dengan adil pada semua  yang di anggap saudara..
Jangan terus menuntut saudarimu,...
Jangan merasa memiliki seorang diri,..
Untuk itu Jangan Hianati Ukhuwahmu,...

Wallahu’alam Bishowab.
Semoga Bermanfaat...InshaALLAH Salam santun n Salam Ukhuwah FiLLAH *___^

Oleh:Admin Sebutir Mutiara Seindah Muslimah Sholehah
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ
Dan bilamana ada kata maupun penulisan yang salah mohon di benarkan
Salah dan Hilaf andai ada kata yang kurang berkenan mohon ma'afkan
Kami Hanya Insaniah fakir Hamba Allah yang tiada daya dan Upaya
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas jikalau bermanfa'at,
semuanya milik bersama
Bagi sahabat2 Muslimah Sholehah yang berminat
dan bersedia memberikan ilmunya berupa catatan,
puisi, doa dan kisah yang dapat menambah keimanan kita,
silahkan hubungi admin Andhika Al-Banjari Mtp
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥.
Prinsip ABC
A mbil yang baik
B uang yang buruk
C iptakan yang baru

CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t. . Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja, iaitu: 1. Taat kepada Allah dan RasulNya 2. Taat kepada suami Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut: 1- Taat kepada Allah dan RasulNya. Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ? i) Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya. ii) Wajib menutup aurat iii) Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah iv) Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki ajnabi kecuali ada bersamanya mahramnya. v) Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan takwa vi) Berbuat baik kepada dua ibubapa vii) Senantiasa bersedekah baik itu dalam keadaan susah ataupun senang viii) Tidak berkhalwat dengan lelaki ajnabi ix) Bersikap baik terhadap  tetangga 2. Taat kepada suami i) Memelihara kewajipan terhadap suami ii) Senantiasa menyenangkan suami iii) Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya semasa suami tiada di rumah. iv) Tidak cemberut di hadapan suami. v) Tidak menolak ajakan suami untuk tidur vi) Tidak keluar tanpa izin suami. vii) Tidak meninggikan suara melebihi suara suami viii) Tidak membantah suaminya dalam kebenaran ix) Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya. x) Senantiasa memelihara diri, kebersihan fisikal dan kecantikannya serta kebersihan rumahtangga. FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA Apabila kita melihat bahwa puncak rendahnya martabat wanita adalah datangnya dari faktor dalam. Bukanlah faktor luaran atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita. Faktor-faktor tersebut ialah: 1- Lupa mengingat Allah     Karena terlalu sibuk dengan tugas dan aktiviti luar atau     memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang     tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah.     Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling     berbahaya bagi diri mereka, di mana syaitan akan mengarahkan hawa     nafsu agar memainkan peranannya. Firman Allah s.w.t. di dalam     surah al-Jathiah, ayat 23: Artinya:    " Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya      sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan      ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya     dan meletakkan tutup atas penglihatannya."     Sabda Rasulullah s.a.w.: Artinya:    "Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa     cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan."(Riwayat Tarmizi) Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir,tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu, muzakrah atau sebagainya. 2- Mudah tertipu dengan keindahan dunia    Keindahan dunia dan kesenangannya memang banyak menjebak wanita    ke perangkapnya. Bukan setakat itu saja, malahan syaitan dengan    mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama    bergelumang dengan dosa dan noda. Bukan sedikit yang sanggup    durhaka kepada Allah  s.w.t. hanya karena kenikmatan dunia yang    terlalu sedikit. Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am:    Artinya:" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan    dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi    orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir." 3- Mudah terpedaya dengan syahwat 4- Lemah iman 5- Bersikap suka menunjuk-nunjuk. Wallahu A'lam