Senin, 15 Agustus 2011

(¯`'•.¸(¯`'•.¸*♥♥♥♥*¸.•'´¯)¸.​•'´¯) ☀(¯`'•.¸(¯`'•.¸*♥♥*¸.•'´¯ )¸.•'´¯)☀ ☆♥(¯`'•.¸(¯`'•.¸**¸.•'´¯) ¸.•'´ ¯)☆♥ (¯`'•.¸♥ Memilih Sahabat ♥¸.•'´¯) (_¸.•'´(_¸.•'´*♥♥♥♥*`'•.¸_)`'•​ .¸_) ☀ (_¸.•'´(_¸.•'´*♥♥*`'•.¸_ )`'•. ¸_)☀ ☆♥(_¸.•'´(_¸.•'´**`'•.¸_) `'•.¸ __)☆♥

(¯`

Bismillaahirrahmaanirrahiim


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sahabat, saudaraku fillah....


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya :

" Teman- teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertaqwa" ( QS. Az- Zukhruf : 67 ).


Rasulullah juga mengingatkan kita tentang berhati-hati dalam berteman atau bersahabat seperti dalam sabda beliau :


" Sesungguhnya perumpamaan teman yang sholeh dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Seorang penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mendapatkan wanginya. Dan seorang pandai besi bisa membuat pakaianmu terbakar, atau kamu mendapat baunya yang tidak sedap ( HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad ).


" Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa temannya." ( HR. Ahmad dan Tirmidzi ).


Lalu seperti apakah ciri- ciri sahabat yang baik itu?


Ciri- ciri sahabat yang baik :


♥ Dia mendorong kita untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat ( taat beribadah,dapat dipercaya, jujur, bertanggung jawab dan memiliki kesungguhan dalam kebaikan ).


♥ Dia bisa membantu kita dalam menunaikan tanggung jawab serta melarang kita melakukan perkara buruk dan maksiat.


♥ Jika kita berbakti kepadanya dia akan melindungi kita.


♥ Dia menyambut persahabatan kita dengan baik.


♥ Jika kita membutuhkan pertolongan atau minta bantuan, dia akan membantu kita tentunya sesuai dengan kemampuan.


♥ Jika kita memberikan kebaikan kepadanya, dia menerima dan menghargainya dengan baik.


♥ Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik dalam diri kita dia mengingatkan dengan cara yang baik dan tidak menceritakannya pada orang lain( pandai menutup aib kita ).


♥ Jika kita mengalami kesulitan/ musibah, dia akan membantu meringankan dan tidak meninggalkan kita.


♥ Dia bisa menjadi pendengar dan penasehat yang baik untuk kita.


♥ Jika ada selisih pendapat bersedia mengatasinya dengan musyawarah, tidak memojokkan kita dan tidak mengungkit kesalahan di masa lalu.



Karena sahabat kita bisa berbahagia dan karena sahabat pula kita menderita. Oleh karena itu jangan pilih sahabat yang seperti ini :


♥ Sahabat yang fasik, ingkar akan aturan Allah dan yang membawa kita semakin jauh dari Allah. Seseorang yang tidak menambah kebaikan untuk urusan dunia dan akhirat.


♥ Sahabat yang tamak.

Dia hanya mau memberi sedikit tapi meminta yang banyak dan hanya mementingkan diri sendiri.


♥ Jangan bergaul dengan orang yang suka berkata dusta.


♥ Jangan bersahabat dengan orang yang curang karena hanya ingin memanfaatkan kebaikan kita, disisi lain dia berencana mencelakakan kita.


♥ Dia menyetujui apapun yang kita lakukan tidak peduli benar atau salah. Di hadapan kita memuji tapi di belakang kita merendahkan dan menyebarkan aib kita.


♥ Sahabat yang pemboros dan senang hura-hura.

Dia hanya mau menjadi teman kita manakala dalam kesenangan. Dikala kita mengalami kesusahan dia pergi meninggalkan kita. Dia senang mengajak kita berbelanja hal yang tidak bermanfaat dan pergi ke tempat maksiat dan yang melalaikan.



Sahabat, saudaraku fillah... oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih sahabat karena menjadi cermin kepribadian kita. Bersahabatlah karena Allah untuk mencari ridha- Nya. Marilah kita ciptakan komunitas yang bermanfaat dengan memilih teman atau sahabat yang baik.


(¯`v´¯)♥☆
`•.¸.•` ☆`♥ (´'`v´'`) ♥*☀•.¸.•``♥*★*♥
★*♥* ♥•.¸¸☀`•.¸.¸¸.•*♥..♥`•.¸.•★♥

Senin, 08 Agustus 2011

Peta Titik Lemah Jiwa


Setiap manusia memiliki titik lemah yang berbeda-beda. Celah-celah jiwa yang bakal diobservasi oleh setan guna mencari jalan untuk menguasai hatinya. Setelah ditemukan, hasil diagnosa akan dijadikan acuan untuk membuat formulasi penyesatan.

Ada yang tidak mempan dengan minuman keras, tapi lemah menghadapi wanita, tapi ada pula yang sebaliknya. Ada yang kuat menahan godaan wanita, anti minuman keras, tapi lemah dalam menahan marah. Ada pula yang merupakan kombinasi dari dua kelemahan atau bahkan lebih. Sangat bervariasi. Jika diperinci, akan didapatkan list bermeter-meter panjangnya karena setiap manusia memiliki titik kelemahan atau kombinasi dari beberapa kelemahan hati dengan karakternya sendiri-sendiri. Namun begitu, celah paling lebarlah yang biasanya dijadikan fokus untuk menyuntikkan bisikan menyesatkan.

Titik-titik lemah tersebut dapat dikategorikan menjadi empat kategori didasarkan pada jenis-jenis dosa sebagai output yang dihasilkannya. Hal ini sebagaimana dipaparkan oleh Ibnul Qayim al Jauziyah dalam bukunya al Jawabul kafi,bahwa dosa akan terklasifikasi menjadi empat tipe ditinjau dari kategori motif dasarnya. Empat klasifikasi itu adalah; Dosa malikiyah, dosa syaithoniyah, dosa siba’iyah dan dosa bahimiyah.

Dosa malikiyah adalah dosa-dosa yang berawal dari kelemahan jiwa berkaitan dengan hal-hal yang sifatnya ke-maha-an. Kecenderungan hati pada perkara-perkara terkait kekuasaan, kesombongan,keinginan dipuja dan diagungkan, penghormatan yang bersifar hierarki atas-bawah, keinginan untuk mendominasi, atau menentang.
Outputnya adalah syirik. Baik syirik dalam bentuk menjadikan dirinya sebagai sesembahan selain Allah atau menjadikan yang lain sebagai sekutu bagi Allah. Ibnul Qayim memang tidak mencontohkan Firaun, namun Firaun sepertinya memang cocok menjadi salah satu contohnya. Keinginan untuk disembah, diagungkan membuatnya sesat dengan menuhankan diri sendiri. Para nabi palsu sepertinya juga termasuk golongan ini. Juga para pemimpin dan pejabat yang lalim, suka berebut kekuasaan, dan ingin agar dirinya atau hukumnya lebih ditaati daripada hukum Allah adalah spesies yang sama dengan Firaun.

Selanjutnya adalah dosa syaithoniyah. Jenis dosa yang bermula dari karakter buruk jiwa yang mirip dengan setan. Unsur-unsur yang menyusun sama dengan karakter dasar setan seperti; dengki, dusta dan suka menipu, khianat, culas, senang mengajak orang berbuat maksiat dan melakukan pelanggaran dan berbagai hal diluar tatanan juga bid’ah dan penyelewengan dalam agama.
Wujudnya adalah manusia-manusia yang tidak hanya senang melanggar,tapi juga mengajak orang lain untuk turut serta ‘menikmati’ pelanggaran. Barangkali mereka merasa ada yang kurang jika bermaksiat sendiri. Selain itu, jika semakin banyak yang ikut, kadangkala keburukan bisa dianggap hal yang wajar. Mereka pun tak perlu lagi merasa malu melakukannya.
Sebaliknya, terhadap orang-orang yang taat, kedengkian, olokan, celaan, dan hinaan adalah instrumen yang sering mereka jadikan alat pemuas diri. Bagi mereka, orang-orang taat adalah manusia-manusia sok suci yang suka menipu diri (maksudnya nafsu). Sebenarnya suka terhadap maksiat tapi pura-pura ogah dan benci.

Yang ketiga adalah dosa siba’iyah.  Jenis dosa yang muncul dari sifat-sifat binatang buas yang ada di dalam jiwa. Permusuhan, amarah, dendam, kekejaman dan kesewenangan dalam berbagai wujudnya. Para pembunuh, preman dan psikopat adalah contoh penampakan manusianya. Muncul dari kekerasan hati dan watak, kesombongan serta minimnya rasa belas kasihan menjadikan pemiliknya menjadi serigala-serigala buas yang mengerikan.

Dan yang terakhir adalah dosa bahimiyah. Yaitu dosa-dosa yang bersifat kebinatangan. Berkisar antara nafsu perut dan yang dibawah perut. Nafsu perut dilayani dengan pemuasan terhadap mulutnya dengan berbagai macam cara; riba, mencuri, korupsi, jual-beli yang haram atau dengan cara haram dan mengambil harta orang dengan curang. Nafsu di bawah perut adalah teman setia yang akan muncul bersamaan atau setelah nafsu perut terpuaskan.
Dosa-dosa ini muncul dari lemahnya jiwa manusia dari sisi syahwat, kemalasan dan ketidak pedulian pada kehormatan diri, kebodohan, dan minimnya rasa malu. Wujudnya adalah orang-orang malas yang gemar makan, para pezina, pengumbar aurat, koruptor, pemakan riba dan manusia-manusia yang memilih makan yang haram daripada yang halal hanya karena khawatir miskin, sengsara dan turun statusnya di mata orang.

Begitulah. Meskipun masih ada dosa yang tidak disebutkan, tapi jika dirunut, hulunya muncul dari keempat klasifikasi ini. Atau bisa juga merupakan kombinasi dari dua atau bahkan keempatnya. Seorang pemimpin lalim tidak sedikit yang juga terkena skandal dengan wanita, penggelapan uang atau konspirasi pembunuhan rival.
Yang paling jahat memang yang pertama dan tidak semua orang bisa atau berpeluang melakukannya. Sedang yang paling rendah dan jamak adalah yang terakhir. Namun begitu, klasifikasi terakhir juga dapat menjadi penyebab seseorang sampai pada taraf klasisifkasi dosa pertama.

Nah sekarang, keempat klasifikasi ini dapat menjadi peta penunjuk, dimana posisi kita sebenarnya. Kelemahan hati kita dapat kita diagnosis dari keburukan-keburukan yang kita lakukan. Mengetahui kelemahan sangatlah penting bagi yang ingin menjadi kuat. Karena mengetahui kelemahan diri adalah separuh dari kekuatan itu sendiri. Maka, mari berintrospeksi. Wallhua’lam.