Selasa, 31 Mei 2011

Yuk, Prediksi Kesehatan dari Warna Urine

    Yuk, Prediksi Kesehatan dari Warna Urine
TRIBUNNEWS.COM - Ternyata warna urine kita bisa dijadikan alat memprediksi kondisi kesehatan kita pada saat itu, ini juga bisa dijadikan acuan bagaimana tindakan yang harus kita ambil setelahnya. Kenali warna urine ini dan prediksi kesehatannya :
Kuning
"Urine sehat itu berwarna kuning pucat atau kuning gelap", kata konsultan ahli urologi Tim Terry. Hal ini tergantung pada tingkat hidrasi, sehingga jika urine Anda tetap berada di koridor warna kuning, Anda bisa bernapas lega.

Hijau
"Beberapa obat antiseptik dan anestesi memberikan warna semburat hijau pada urine," kata Terry. Ini karena biru metilen, pewarna yang kadang-kadang perlu diperjuangkan ginjal kita. Namun bila urine Anda berwarna hijau tidak usah terlalu khawatir.

Orange
"Ini adalah tanda disfungsi hati," jelas Terry. Jika urine Anda berwarna seperti ini biasanya dibarengi dengan tinja yang berwarna putih, bisa jadi ini karena ikterus obstruktif. Jadi segera ambil tindakan bila urine Anda berwarna orange.

Cokelat
Urine cokelat menampakkan ada masalah ginjal. "Ini bisa menjadi tanda penyakit ginjal yang serius, bahkan fistula," kata Terry. Keadaan ini biasanya karena ada kebocoran usus ke kandung kemih Anda. Segera lari ke dokter Anda untuk kasus ini.

Merah
Ini benar-benar buruk. Merah berarti ada darah dalam urine Anda, dapat mengartikan pendarahan atau kanker. "Pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun hipotesis pertama adalah kanker kandung kemih," kata Terry. Segera hubungi dokter dan lakukan deteksi dengan cepat.

RAHMAT ALLAH BAGI YG BERJILBAB

Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang ‘ngetrend’ dan biasa kita dengar adalah ”Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka ‘ngerumpi’ berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya.

Syubhat lainnya lagi adalah ”Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung!. Benarkah demikian ya ukhti,, ??

Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut, dermawan, bijaksana. Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan “tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak(zahir) dalam diri orang itu.

Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya.Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan “alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu “ala llah’ artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.


Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat). Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta’ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka. Apa yang ingin anda katakan? Sedangkan mengenai hadits diatas, banyak diantara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits diatas ada sambungannya.

Lengkapnya adalah sebagai berikut:
“Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian “(HR. Muslim 2564/33).

Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).

Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah) cukup mengandalkan hati saja, toh mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah satu kisah indah diantara kisah-kisah indah lainnya.

Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat. Aduhai,..betapa lalainya kita ini,..banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan generasi pendahulu kita.

Senin, 30 Mei 2011

6 Kiat Pembuka Ceramah Yang Mengesankan


Setiap penceramah ingin membuat keseluruhan ceramahnya teratur dan runtut,sehingga enak didengar.Karena itu,awali ceramah dengan baik.Permulaan yang baik memudahkan kalimat-kalimat selanjutnya.Yang lebih penting lagi,awal yang baik mencuri perthatian pendengar daan menanamkan di benak mereka bahwa ceramah anda lain dari yang lain.
Berikut ini beberapa trik yang membantu anda mengawali ceramah.

1.Sapaan Kepada Pendengar.
Ini untuk lebih mengakrabkan dengan pendengar.Anda juga bisa memberi apresiasi atau pujian atas prestasi yang dilakukak mereka.Bisa juga menyebutkan faedah dan pahala yang dijanjikan oleh Allah bagi yang menghadiri majelis ilmu.

2.Kisah Yang Menakjubkan.
Yaitu kisah yang mengandung hikmah atau pelajaran.Bisa berupa penggalan cerita dari kisah Nabi ,kisah salaf,atau bahkan kisah yang terjadi hari ini.cara ini disulai banyak orang.Sebab ,kisah memberikan contoh yang lebih realistis bukan sekadar teori.Orang lebih mudah menangkap sesuaatu yang nyata dan riil.Tapi,anda harus selektif memilih cerita.Jangan asal mengisahkan cerita yang korelasinya dengan materi tidak kuat.Sehingga terkesan dipaksakan dan tidak sesuai.

3.Fakta Yang Mengejutkan
Fakta disini adalah kenyataan riil yang terjadi di masyarakat dan tidak direka-reka.Mengungkapkan fakta untuk mengajak pendengar mengamati kenyataan atau fenomena yang selama ini terabaikan .Misalnya,realita hubungan remaja dan pemuda masa kini,bid’ah dan yirik kontemporer ,dan fenomena-fenomena lainnya.Untuk itu,lengkapi dengan data yang benar biar tidak terkesan mengada-ada.

4.Deskripsi Tema
Yaitu menjelaskan maksud tema dan batasan-batasannya.Bisa juga mengungkapkan manfaat atau sebab anda mengupas masalah tadi.Sebutkan manfaat atau kerugian jika tidak mengetahui tema tersebut.Setelah itu anda dapat menjelaskan secara lebih detail atau normatif.Misalnya,anda menjelaskan sebab-sebab membicarakan tema shaum.Kemudian menerangkan defenisinya dari segi bahasa dan istilah ,pahala,manfaat,dan kesalahan yang sering dilakukan.

5.Fenomena dua sisi ekstrim berkaitan tema
Misalnya,mengkomparasikan antara makruf dan munkar atau sunnah dengan bid’ah.Beri batasan yang jelas agar pendengar tidak rancu dan menafsirkan sendiri-sendiri.

6.Mengingatkan peristiwa yang masih hangat dan mengaitkannya dengan tema
Cara ini sangat membantu jika anda menegetengahkan tema lama atau yang sudah sering disampaikan.Dengan memberi contoh baru,pendengar seakan diingatkan kembali.Cara ini lebih baik jika dibawakan dengan intospeksi agar pendengar lebih tersentuh.
Silahkan mencoba.
(disalin dari Majalah arRisalah Edisi 99 Vol.IX No.3)

Wahdah Islamiyah Muna: Adzab Neraka bagi Pembunuh Kucing, Bagaimana denga...

Wahdah Islamiyah Muna: Adzab Neraka bagi Pembunuh Kucing, Bagaimana denga...: "Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, diceritakan bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada seorang wanit..."

Metode Dalam Menghafal Hadits Nabi



Oleh: Fadhilatus Syaikh Dr. Abdulkarim al-Khudhair –Hafidhahullah-
Alih Bahasa: Abu Shafa Luqmanul Hakim
            Segala puji bagi Allah –subhanahu wa ta’ala- atas anugerah yang senantiasa tercurah, shalawat dan salam semoga terhatur bagi Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, para sahabat dan seluruh umatnya hingga hari kiamat.
Akan “hadir” bersama kita dalam artikel ini Fadhilatus Syaikh Dr. Abdulkarim al-Khudhair –hafidhahullah-, beliau akan membeberkan tips-tips dalam mengkaji dan mempelajari hadits-hadits Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tercinta, semoga kita diberi taufiq oleh Allah –subhanahu wa ta’ala- untuk mengambil faedah dari beliau, selamat menyimak.
Pertanyaan:
Bagaimanakah metode yang terbaik untuk menghafal hadits Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-??.
Jawaban:
Menghafal adalah hal yang sangat urgen bagi seorang penuntut ilmu, jika seorang penuntut ilmu tidak memiliki hafalan maka dia tidak akan memiliki ilmu. Kemampuan hafalan para penuntut ilmu sangat beragam, sebagian mereka memiliki hafalan yang kuat, sehingga sangat mudah baginya untuk menghafal, namun diantara mereka ada juga yang tidak memiliki kemampuan untuk menghafal, sehingga merasa kesulitan dalam masalah ini, dan ada juga diantara mereka yang memiliki kemampuan menghafal sedang-sedang saja.
            Apabila seorang penuntut ilmu memiliki kemampuan menghafal yang kuat, maka hendaknya dia menggunakan metode menghafal yang telah masyhur, memulai dengan menghafal Arba’in an-Nawawiyah, kemudian dilanjutkan dengan menghafal ‘Umdatul Ahkam, lalu menghafal Bulughul Maram atau al-Muharrar Fil Hadits [karya Ibnu Abdil Hadii wafat tahun: 844 H], dan jika telah rampung menghafal kitab-kitab tersebut, maka hendaknya dia memulai untuk mempelajari kitab-kitab hadits yang bersanad [kitab yang meriwayatkan hadits-haditsnya dengan sanad], dimulai dengan Shahih Imam Bukhari, kemudian Shahih Imam Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa-i dan Sunan Ibnu Majah [atau yang dikenal dengan Kutubus Sittah], baru kemudian beralih untuk mempelajari kitab-kitab yang lebih “berat”. Apabila dia menghafal dengan metode yang telah masyhur, sebagai contoh, di zaman sekarang sebagian penuntut ilmu menghafal kitab Shahih Bukhari, dimulai dengan menghafal hadits-hadits yang tidak diriwayatkan secara berulang [kurang lebih 2602 hadits, pent.] oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya dengan tanpa sanad, tentunya metode ini lebih mudah bagi kita karena “hanya” menghafal matan [redaksi hadits] secara langsung tanpa sanad, kemudian menghafal Zawaid Imam Muslim [hadits yang diriwayatkan Imam Muslim sendirian dan tidak disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, pent.], kemudian menghafal Zawaid Sunan Abu Dawud [hadits yang hanya diriwayatkan oleh Abu Dawud sendirian dan tidak disebutkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahih mereka, pent.] dengan metode yang dipraktekkan oleh sebagian ikhwah jazahumullahu khairan, ikhwah yang menghidupkan sunnah yang baik ini, maka semoga mereka mendapatkan pahala dan pahala orang-orang yang mengamalkan metode tersebut. Setelah berlalu bertahun-tahun bahkan berabad-abad lamanya, banyak penuntut ilmu yang berputus asa untuk menghafal hadits Rasulullah, nah pada zaman sekarang banyak penuntut ilmu yang berhasil menghafal Zawaid Musnad [Musnad Ahmad, pent.], menghafal Zawaid Muwattha’ [karya Imam Malik, pent.], dan kitab Zawaid yang lainnya, dan hal ini tentunya setelah mereka menghafal Kutubus Sittah, bahkan saya pernah mendengar ada sebagian penutut ilmu yang berhasil menghafal Zawaid al-Baihaqi dan Imam al-Hakim. Fenomena di atas tentunya merebakkan kembali optimisme untuk menghafal hadits-hadits Rasulullah, yang mana mayoritas penuntut ilmu di zaman ini telah berputus asa untuk menghafal hadits-hadits Rasulullah, maka bagi penuntut ilmu yang memiliki kemampuan hafalan yang kuat, hendaknya menggunakan metode ini dalam menghafal hadits, sebab metode tersebut merupakan metode yang baik, kendatipun kita sadar bahwa barang siapa yang menghafal dengan cepat maka akan lupa dengan cepat, namun dengan mudzakarah dan murajaah akan menjadikan hafalan tersebut langgeng.
            Persoalan yang kedua adalah metode untuk memahami hadits-hadits yang telah dihafal, seorang penuntut ilmu dianjurkan untuk banyak menghafal ketika usianya masih muda belia, kemudian baru melangkah kepada tahap selanjutnya, yaitu upaya untuk memahami dan beristimbath [menyimpulkan hukum] dari hadits yang telah dihafal dengan merujuk kitab-kitab mahakarya para ulama yang mumpuni di bidangnya, sebab seorang penuntut ilmu yang fokusnya hanya menghafal saja tanpa ada upaya untuk memahami dan beristimbath, maka akan terjatuh kepada dua aib, yang pertama tidak memiliki kemampuan untuk berkonklusi [menyimpulkan hukum dari nash], dan aib yang kedua adalah akan menyebabkannya terjatuh pada kesalahan dalam memahami hadits, maka hendaknya para penuntut ilmu merujuk kepada pemahaman salaf dalam memahami nash hadits maupun al-qur-an, karena pemahaman mereka adalah sebaik-sebaik pemahaman, maka hendaknya dia merujuk kitab-kitab syuruuh [penjelasan hadits dan al-qur-an] para ulama yang telah diterima di tengah-tengah umat, hal ini sangat penting, sebab apabila seseorang telah “kecanduan” dalam menelaah dan mengkaji kitab-kitab tersebut, maka tentu akan mewariskan baginya keahlian dalam berkonklusi. Dan sebagaimana kita ketahui, bahwa usia kita terbatas dan tidak cukup untuk mempelajari segala sesuatu, jika kita hanya ingin fokus untuk menghafal, maka habis waktu kita untuk menghafal tanpa ada waktu untuk mengkaji hukum [istimbath] dan memahami yang kita hafal, begitu juga sebaliknya, jika kita hanya fokus untuk memahami dan mengkaji hukum [istimbath] saja, maka akan lenyap waktu untuk hal itu saja tanpa ada waktu untuk menghafal, sebagaimana yang terjadi pada generasi sebelum kita, mereka bukanlah generasi yang gemar menghafal, khususnya generasi yang hidup sebelum 400 tahun yang lalu [4 abad yang lalu][1], jika muncul pernyataan tentang mereka [generasi 4 abad sebelum kita] bahwa sangat jarang dari mereka yang menghafal al-qur-an, maka pernyataan tersebut tidaklah salah, dan jika penghafal al-qur-annya saja sedikit, apalagi penghafal hadits, maka kemungkinan besar lebih sedikit. Dan Alhamdulillah, kita hidup di zaman modern, yang mana teknologi berkembang dan sarana-sarana semakin maju, sehingga memudahkan urusan-urusan kita dan sangat membantu dalam merealisasikan cita-cita [menghafal hadits dan mengkajinya], maka pergunakanlah kesempatan emas ini [masa menuntut ilmu] dengan sebaik-baiknya sebelum terlambat dan sebelum kalian disibukkan dengan urusan duniawi. Kesempatan emas yang ada di depan kita tidak ada yang menjamin kelanggengannya, karena waktu terus berputar dan hari-hari senantiasa berubah, keadaan manusia sebelum setengah abad yang lalu [50 tahun yang lalu] sangat berbeda dengan zaman sekarang, mayoritas manusia pada zaman tersebut kesulitan untuk menuntut ilmu disebabkan masalah ekonomi yang menghalangi mereka, dan kalian yang hidup pada zaman sekarang –Alhamdulillah- telah berubah keadaan, sarana-sarana menuntut ilmu telah berkembang, ekonomi juga sudah lebih mapan, maka hal ini bisa membantu kalian untuk lebih fokus dalam menghapal hadits dan mengkajinya, dan juga bisa lebih menyisihkan waktu dan kesempatan untuk menghafal [apalagi dalam usia yang masih muda belia dan belum  terbebani dengan keluarga], sehingga apabila kalian telah menua dan kemampuan hafalan telah menurun serta kesibukan telah menumpuk, maka kalian telah memiliki modal ilmu yang bisa diandalkan.
            Yang kami harapkan dari para ikhwah sekalian adalah memberikan perhatian pada urusan ini, yaitu urusan menghafal al-qur-an dan hadits serta mengkaji kitab-kitab syuruuh [yang berisi penjelasan tentang al-qur-an maupun hadits], kendati sebagian kitab syuruuh sangat panjang sehingga membutuhkan waktu yang amat panjang untuk mengkajinya, bahkan sebagian kitab syuruuh membutuhkan waktu dua tahun untuk dikaji, sebagian penuntut ilmu “menyentuh” kitab syuruuh yang amat panjang tersebut hanya ketika dibutuhkan, jika hanya mendapati kesulitan dalam memahami makna hadits, hal ini sebenarnya juga mendatangkan manfaat, namun jika dia membaca kitab tersebut dengan sempurna, maka dia akan bisa memahami kitab seutuhnya bahkan akan mewariskan keahlian dalam ilmu agama, dan bisa menghafal masalah-masalah yang dikandung oleh kitab tersebut.[2]
            Inilah petuah dari Fadhilatus Syaikh, semoga kita bisa mengambil manfaat dari wasiat berharga ini, dan mampu membakar semangat kita dalam menuntut ilmu, khususnya ilmu hadits, dan untuk Fadhilatus Syaikh, kami hadiahkan untaian doa, semoga Allah yang maha Rahman dan Rahim senantiasa menjaga beliau, serta memberkahi usia dan ilmu beliau, akhirul kalam, Shalawat dan Salam semoga tercurahkan untuk Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, para sahabat, kerabat, dan seluruh pengikutnya sampai datangnya hari kiamat.



[1]. Mungkin Fadhilatus Syaikh mengisyaratkan kepada generasi yang hidup di Saudi Arabiyah sebelum 4 abad yang lalu, yang pada masa itu, negeri tersebut belum bernama Saudi Arabiyah, tapi lebih dikenal dengan Najed, wallahu A’lam.
[2]. Sumber: http://www.khudheir.com/text/3152, saham kami dalam artikel ini hanya menterjemahkan, namun ada sedikit penambahan dan pengurangan yang tidak merubah maksud nasehat Fadhilatus Syaikh insya Allah.

Kamis, 26 Mei 2011

selamat datang di Bumi Arung Palakka

ponakan

Muzayyanah Az-zahra (Ana)

5 Cara Menjadi Guru Yang Kreatif

1) Guru menciptakan susasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual
Terkadang siswa punya banyak pertanyaan dibenaknya, tetapi ada semacam perasaan malu dan takut, dikira bodoh jika melontarkan pertanyaan. Sebagai guru, kerja keras kita salah satunya adalah menciptakan kelas yang memberikan keamanan secara emosional bagi siswa. Memang agar menjadi siswa yang percaya diri mereka perlu mengambil resiko, tetapi di lingkungan yang tidak mendukung kenyamanan secara emosional, siswa akan berpikir 1000 kali untuk mau bertanya dan berpendapat.
Anda juga bisa membuat peraturan kelas yang isinya antara lain ‘Tidak boleh merendahkan atau meremehkan pendapat orang lain’ Jangan lupa anda juga memberi contoh dahulu kepada siswa untuk mengucapkan terima kasih dan menghargai untuk setiap pertanyaan, atau pendapat dari siswa anda. Jika ini terjadi dikelas anda, dijamin kelas akan berubah menjadi kelas yang setiap individu didalamnya saling mendukung dan mudah untuk berkolaborasi dalam berpengetahuan.
Tidak hanya sampai disitu saja, kelas yang membuat guru menjadi guru kreatif semestinya juga aman secara intelektual. Siswa bisa mandiri dan mengerti dimana letak alat tulis, dikarenakan semua hal dikelas sudah disiapkan dengan rapih dan terorganisir. Siswa tahu apa yang harus dikerjakan dikarenakan instruksi penugasan yang jelas oleh guru. Tidak hanya jelas tetapi juga menantang dengan demikian siswa bisa mengekpresikan kemampuannya dalam mengerjakan tugas yang guru berikan.
2) Guru mengukur dengan hati, seberapa besar keterlibatan (engagement) siswa dalam tugas yang ia berikan.
Saya jadi ingat sebuah pertanyaan yang bersifat reflektif mengenai cara kita mengajar dan membelajarkan siswa. Pertanyaan nya begini “Jika saya adalah murid saya sekarang, seberapa senang saya diajar oleh guru seperti saya?”
Seorang guru yang ahli mampu menciptakan suasana kelas yang aktif dalam pembelajaran di kelas yang diajarnya dalam presentasi keterlibatan yang penuh alias 100 persen. Artinya, misalkan seorang guru mengajar selama 40 menit, maka selama 40 menit itu pulalah, siswa belajar dengan aktif dan terlibat penuh dalam pembelajaran.
Tentu tidak dalam semalam semua guru bisa 100 persen menciptakan kelas yang aktif. Namun membutuhkan latihan dan latihan. Tetapi jalan kesana akan lebih cepat apabila kita mau jujur bertanya pada diri sendiri “Seberapa besar siswa aktif atau terlibat penuh dalam pembelajaran yang saya lakukan?”.
3) 5 menit terakhir yang menentukan
Jadikan 5 menit terakhir pembelajaran anda untuk merangkum, berbagi atau berefleksi mengenai hal yang siswa sudah lakukan selama pembelajaran.
Bagilah menjadi dua pertanyaan besar, misalnya bagian mana yang paling berat dilakukan dan susah dimengerti. Pertanyaan selanjutnya, pengetahuan baru apa yang kamu dapatkan hari ini? Dengan demikian membuat siswa berdialog dengan dirinya sendiri mengenai proses belajar yang telah dilakukannya.
4) Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.
Ciri-ciri sebuah pertanyaan yang baik adalah pertanyaannya hanya satu tetapi mempunyai jawaban yang banyak. Bandingkan dengan jenis pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban. Hal yang terjadi siswa akan berlomba menjawab dengan benar dengan segala cara. Termasuk mencontek misalnya.
Sebagai guru budayakan pola perdebatan atau percakapan akademis di kelas kita. Saat mendengarkan rekan mereka berbicara dan berargumen, mereka akan belajar memilih dan membandingkan pendekatan atau cara yang orang lain lakukan untuk menjawab sebuah masalah yang guru berikan.
Sebagai guru saat memberikan soal berikanlah siswa beberapa peluang kemungkinan dalam menjawab sebuah soal. Misalnya soal yang bapak berikan ini punya tiga alternatif, bisa kah kamu menemukan ketiga-tiganya?
5) Guru mengajarkan kesadaran siswa dalam memandang sebuah pengetahuan.
Saat mengajarkan siswa, dikarenakan keterbatasan kita, terkadang kita sudah membuat mereka menebak atau mengarang-ngarang sebuah jawaban demi mendapatkan hasil yang benar. Hal ini siswa lakukan secara sadar atau tidak sadar. Untuk itu mari kita letakkan gambar dibawah ini disamping soal yang kita berikan kepada siswa di kertas soal.

LUPA

Manusia merupakan makhluk yang sempurna karena semua kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Semua kelebihan itu harus disyukuri walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa manusia sudah pasti memiliki kekurangan. Kelebihan yang patut disyukuri oleh manusia diantaranya adalah karena telah diberikan otak dan hati. Otak dan hati manusia merupakan bagian utama yang mampu mengendalikan kestabilan hidup manusia. Otak mampu mengendalikan fisik dan psikis manusia baik sadar maupun tidak.
          Terdapat kaitan yang erat antara otak dan pemikiran. Otak manusia terbagi menjadi otak besar, postnatal, otak tengah, otak tengah, otak belakang, dan otak kecil. Otak besar merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Pada dasarnya otak mempunyai kapasitas memori yang besar. Oleh karena itu, seharusnya manusia dapat mengingat sesuatu dengan baik.              
          Tapi temyata tidak jarang manusia sering mengalami kelupaan. Bahkan kelupaan itu terkadang berlebihan.
Kelupaan yang sering terjadi pada manusia bisa disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah: umur yang semakin menua, terlalu banyaknya masalah dan juga pikiran-pikiran yang tidak penting. Tidak jarang manusia menganggap remeh kelupaan padahal jika tidak ditindak lanjuti dapat menjadi masalah besar. Padahal tidak jarang kelupaan memberikan dampak yang sangat merugikan. Sebagai contoh adalah lupa dimana meletakkan handphone dimana handphone merupakan barang kecil namun memiliki fungsi yang sangat penting. Banyak janji penting yang biasanya dikomunikasikan dengan handphone. Jika handphone hilang itu sama artinya harus mengorbankan janji penting yang mungkin saja berdampak secara financial belum lagi jika handphone-handphone tersebut lebih dari satu, padahal barang tersebut masih memiliki harga jual. Ada juga mereka yang lupa meninggalkan barang penting ketika sedang berada di luar kota dan baru teringat kembali ketika sudah berada jauh dari tempat tersebut. Bisa dibayangkan bahwa dengan demikian itu sama artinya dengan membuang-buang waktu dengan kembali ke tempat tertinggalnya barang belum lagi jika dihitung dengan transportasi. Hal-hal tersebut hanya sebagian kecil masih banyak contoh-contoh kelupaan yang mengakibatkan berantakan aqenda dan tidak jarang memberi dampak yang luar biasa merepotkan.
           Oleh karena itu, sebelum menjadi kebiasaan maka kelupaan harus diobati sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa menjadi cara untuk mengurangi tingkat kelupaan:
1.       Menggunakan otak semaksimal mungkin dan mengasahnya selalu dengan cara sering membaca, mengisi teka-teki, bermain catur, ataupun berdiskusi.
2.       Mencatat semua hal yang diperlukan baik di hp, buku catatan kecil, dan membiasakan membawa ataupun menempel catatan-catatan penting tersebut di tempat-tempat yang biasa ditempati atau dilewati.
3.       Memperbanyak konsumsi ikan yang kaya DHA (seperti ikan tuna dan salmon), mengkonsumsi vitamin yang dapat menjaga kesehatan otak seperti vitamin B kompleks, vitamin C, dan E, serta mengurangi konsumsi makanan yang berlemak.
4.       Meningkatkan dan memperlancar aliran darah dengan cara berolahraga yang teratur maupun sujud yang lama (dengan sujud itu berarti mempertinggi kedudukan jantung daripada kepala sehinggga memudahkan aliran darah menuju otak),
5.       Jangan menunda waktu dan kerjakan selagi ingat. Terkadang jika ingin mengerjakan atau membawa sesuatu seringkali kita menundanya entah itu karena sedang mengerjakan hal lain ataupun malas. Oleh karena itu, jika tidak ingin lupa maka kita tidak boleh menjadi pemalas,
6.       Terlalu sibuk jadi terkadang hal-hal yang dianggap sepele menjadi terlupakan
7.       Hiduplah dengan teratur. Biasakan menaruh barang-barang yang sering dilupakan di satu tempat. Jika barang tersebut sering dibawa-bawa maka biasakan untuk membiarkan barang tersebut menempel pada anggota tubuh, bisa dengan menggunakan tali ataupun pengikat lainnya,
8.       Merencanakan kegiatan sehari-hari secara lebih sistematis. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi buatlah susunannya jika khawatir lupa maka catatlah dan jadikan sebagai kebiasaan sehingga akan meminimalisir kelupaan,
9.         Selalu berfikir positif dan hindari pikiran-pikiran yang hanya menambah beban, dan
selalu fokuskan pikiran jangan biarkan pikiran bercabang-cabang,
10.   Sebelum melakukan aktifitas sediakan waktu beberapa menit untuk menenangkan pikiran dan otak kemudian ingat-ingat kembali rutinitas dan keperluan apa saja yang diperlukan saat itu dan beberapa jam kemudian,
11.   Dan tentunya jangan lupa berdoa sebelum melakukan kegiatan apapun dan meminta dihindari dari kelupaan.
 
           Lupa tidak selalu merupakan musibah. Adakalanya lupa merupakan anugrah. Semua itu pada dasanya tergantung pola pikir manusia. Kita tidak boleh menganggap buruk semua hal. Tetapi menjadikan setiap kejadian sebagai pelajaran. Begitu pula dengan lupa. Dengan demikian kita sadar bahwa kita adalah manusia yang memiliki kelemahan. Kitapun bisa sadar dengan kelemahan-kelemahan kita. Beberapa kelemahan yang bisa diambil pelajaran dari lupa adalah terkadang orang yang seringkali lupa adalah mereka-mereka yang menganggap remeh sesuatu, kurang teliti, terlalu sibuk sehingga tidak fokus, dll. Selain itu, kitapun harus bersyukur dengan lupa maka hidup kita tidak terperangkap oleh masa lalu-masa lalu yang mungkin kelam ataupun menyakitkan. Dengan demikian masa depan dapat terlewati dengan lebih mudah tanpa dibayang-bayangi kesalahan tetapi menjadikan kesalahan sebagai pelajaran.

Senin, 23 Mei 2011

Merenda Hati dengan Muhasabah


Wahai rabb
Terlupakanlah aku akan satu hal
Bahwa jiwa ini kau titipi hanya sementra
Bahwa tempat berpijak ini fana
Ia akan hancur dan tak bersisa
Dan hanya Engkaulah yang abadi
Wahai Rabb
Penghancur segala kenikmatan itu
Kelak akan mendatangiku
Ntah barisan keberapa aku dalam urutannya
Yang pasti ia begitu dekat
Wahai rabb
Malam ini aku diingatkan kembali olehMu
Bahwa hidpku ini Cuma titipan
Hatiku Cuma titipn
Ibukku, ayahku, adikku Cuma titipan
Hartaku Cuma titipan
Temanku Cuma titipan
Rabb
Izinkan aku menuntaskan
Satu satu amanahmu ini
Memenuhi janjiku
Sampai masa itu,  aku menemui waktunya
Rabb
Ampuni jiwa yang berlumur dosa
Jauhkan aku dari waktu yang sia-sia
Rabb
Bantu aku
Dan tolong aku
Agar cintaku hanya untukMu
Hanya padaMu
Yang bertahta dalam singgasana hati
Rabb mencintaiMu
Adalah yang terindah
Berkorban karenaMu
Adalah kenikmatan
Berpeluh keringat karenaMu
Adalah lelah yang begitu nikmat
Mengejar cintaMu adalah hal yang dinanti
Rabb
Izinkan aku merenda amalan yang kau cintai
Izinkan aku menebarkan Indahnya MencintaiMu
Indahnya bisa mengenalMu

Tujuh Manfaat Diam

Pertama:
Merupakan Ibadah tanpa harus capek

Kedua:

Merupakan hiasan diri tanpa perhiasan

Ketiga:
Wibawa tanpa kekuasaan

Keempat:
Benteng tanpa dinding

Kelima:
Tidak perlu meminta maaf kepada siapapun

Keenam:
Malaikat pencatat amal menjadi rehat :D

Ketujuh:
Penutup keburukan dan sisi-sisi kejahiliyahan diri



kadakng kala diam menjadi satujalan buatku menyelesaikan masalah, dari diam aku menemukan sebuah pencerahan , dan pikiran lebih jernih. Diam harus bisa ditempatkan pada tempatnya, bukan diam ketika melihat kemaksiatan ada menari di depan mata, diam untuk bisa mendapatkan kebaikan. Ada istilah diam itu Emas dan bicara itu erak. bicara seperlunya dan diam jika apa yang dikatakan tidak bermanfaat. lihatkan bahwa apa yang kita ucapakan akan enguasai ita, dan setiap kata akan di catat. 
Diam membuat tampak wibawa, nampak kehati hatian dalam berkata,. ada juga istilah kadang lidah lebih berbahaya dari sebilah pisau. yah memang saking berbahaya lidah kita, bahkan idah ini mampu menjerumuskan kita keldam tempat yang paling mengerikan yaitu neraka.

Abul Laits berkata: "Taqwa kepada Allah s.w.t. ialah mengerjakan perintah Allah s.w.t. dan meninggalkan laranganNya, maka siapa berbuat demikian berarti telah menghimpunkan semua kebaikan. Dan jagalah lidahmu dalam kebaikan bererti katakanlah yang baik sehingga untung dan diamlah dari kejahatan sehingga selamat. Dan manusia tidak dapat mengalahkan syaitan laknatullah kecuali dengan diam, kerana itu seharusnya seorang muslim menjaga lidahnya sehingga terlindung dari syaitan laknatullah. Dan Allah s.w.t. akan menutup auratnya."

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abuhurairah berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Siapa yang percaya (beriman) kepada
Allah s.w.t. dan hari kemudian, maka harus menghormati tamunya dan harus memuliakan tetangganya dan harus berkata baik atau diam."

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ya'la berkata: "Kami masuk ketempat Muhammad bin Suqah Azzahid, maka ia berkata: "Mahukah saya sampaikan kepadamu hadis yang mungkin berguna bagimu sebagaimana telah berguna bagiku?" Atha'bin Abi Rabaah berkata kepadaku: "Hai anak saudaraku, orang-orang yang dahulu dari kamu itu tidak suka bicara yang tidak perlu atau bukan kepentingannya, dan mereka menganggap tiap bicara yang tidak perlu itu sia-sia kecuali kitabullah dan amar ma'ruf dan nahi mungkar, atau keperluan kehidupan sehari-hari." Kemudian ia berkata: "Apakah kamu dapat membantah ayat (Yang berbunyi): "
Wa inna alaikum lahaa fidhin kiraaman kaatibien." (Yang bermaksud): "Sesungguhnya padamu ada Malaikat yang baik-baik tukang mencatat." Anil yamini wa anisysyimali qa'ied." (Yang bermaksud): "Disebelah kanan dan kiri tempat duduk." Maa yalfidzu min qaulin illa ladaihi Raaqibun Atied." (Yang bermaksud): "Tidak melepas sepatah kata melainkan ada Malaikat yang mencatat iaitu Malaikat Raqib dan Atied." Apakah tidak malu salah satu kamu bila dibuka lembaran amalnya, dunia yang utama bahkan hanya yang tidak penting dan lebih-lebihan semata-mata?"

     Abul Laits dari ayahnya dengan sanadnya dari Anas bin Malik r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Empat sifat tidak terdapat kecuali pada orang mukmin iaitu:
  • Diam dan ini ibadat yang pertama
  • Tawadhuk
  • Dzikrullah atau berzikir
  • Tidak berbuat kejahatan (mengurangi kejahatan)

     segala aspek yag ada sekali pun itu adalah perkara diam ternyata sangat memebrikan faedah yang uar biasa.si empat huruf aias diam juga merupakan bagian dari ibdaha, yang nyaris saja kita lupakan..termasuk saya...


    yuk belajar dan belajar mengaplikasikan apa yang kita tahu.. berkata jika itu manfaat dan diam jika hanya mendatangkan madhorot

    semoga istiqomah

KETIKA CINTA BERUBAH MENJADI UKHUWAH

Bismillahirrahmanirrahim..

.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ya.... karena aku tak sebaik yang ia sangka....
Karena aku tak sesempurna yang ia kira..
Begitu mudah nya hatinya terbolak balik..

Padahal....ketulusan dan cinta adalah dua hal yang tak bisa di pisahkan
Karena cinta yang tulus pasti memiliki unsur memaafkan
Karena cinta yang tulus membuat seseorang memberi kata maaf

Karena hati ternyata mudah di bolak - balik
Hati mudah terbolak balik
Apakah Cinta sejati itu hanya ada dalam impian?
Apakah cinta sejati memang tidak ada pada makhlukNya?

Cinta itu....adalah keikhlasan untuk memberi dan menerima
Tanpa ada berharap balasan........
Karena cinta itu adalah “Walaupun”.....bukan “Karena”......

" Ya Alloh.....jagalah hati kami , Sesungguhnya hanya Engkaulah yang membolak - balikan hati. Satukanlah kami jika kami memang berjodoh dalam QadhaMu . Jalinkanlah kami silahturahim yang baik jika kami memang tidak berjodoh. Amien..."


Dan ternyata ya Allah,doaku memang Engkau kabulkan. Tapi Engkau kabulkan dgn menjadikan kami dalam Saudara "kakak-Adik" dalam jalinan silaturahmi saja.
Jodoh, rizki dan maut itu ada ditanganNya. Manusia hanya dapat merencanakan tapi Allah juga yang berkehendak. Seperti hati ini yang meminta tentang sesuatu dan berharap akan sesuatu. Tapi tetap saja Dia lah yang memutuskan.
Sama seperti ketika hati ini serasa telah menemukan pelabuhan dari pelayaran panjangnya. Ternyata pelabuhan itu bukanlah tempat bersandar yang tepat, bahkan pelabuhan itu tak mau menerima kapal reyot yang sama sekali tak layak untuk ikut berlayar di luatan lepas itu.
Ketika berada didekatnya ak merasakan chemistry yang begitu kuat, satu misi, satu visi, tp ternyata.....bukanlah diri ini yang di pilihnya. Meski pun pernah menjadi seseorang yang di sayanginya dan akan dipilihnya, Dan nyatanya..... Dia tetap bukan jodohku dan rasanya sakit sekali ketika ukhuwah pun putus.
Dada ini rasanya tersayat, perih..bahkan berdarah - darah ketika silaturahim harus terputus..

Bahkan menjadi seorang adikpun tak ada tempat di sana.
" Tuhan, engkau tahu apa yang terbaik bagiku, Engkau lebih tahu apa yang baik untukku. Dan aku lebih memilih apa yang terbaik untukku menurutMu daripada menurutku.."
Berikan dia seorang bidadari yang akan senantiasa menebarkan senyum manis untuk nya di setiap waktu. Berikan dia seorang pendamping yang senantiasa menopangnya di kala dia hampir terjatuh. Berikan dia ya Alloh....seorang yang kecantikannya dan akhlaknya melebihi bidadari Syurga Mu sekalipun, Berikan dia seorang bidadari yang akan menjadi sayap kiri bagi perjuangannya.. Seseorang yang menjadi embun penyejuk di kala ia kehausan.. Berikan ia seseorang bidadari syurga yang kecantikan akhlaknya tak tertandingi oleh bidadari dunia sekalipun..
Tumbuhkan dihati ini ..rasa ikhlas ya Rabb
Menerima segala apa - apa yang menjadi ketetapanMu yang terbaik untukku
Rabb....hati ini..jiwa ini hanya milikMu semata
Maka tolong.......berikanlah jalan...agar kembali kepadaMu lagi

Rabbul Izzati....jangan pernah biarkan hati ini menangis kembali, Bahkan merutuk karena merasakan ketidak adilan Mu
Engkau sangat adil ya Rabb.... Bukankah firman Mu itu benar - benar nyata adanya? Laki - laki yang baik tentu untuk wanita yang baik pula Dan aku jauh dari standart baik untuknya..
Ikhlaskan hati ini ya Rabb...... Kembalikan diri ini ke pangkuan tarbiyahMu kembali
Aku berlindung kepadaMu dari apa - apa yang menyesatkan dan membuatku berpaling dari Mu, Bahkan dari syaitan yang terus berusaha menjerumuskanku ke dalam jurang kenistaan
Amien.......
Barakallahufik..
Wassalam

Sabtu, 21 Mei 2011

Yang Akhlaq Mereka Dicemburui Bidadari

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Buat Saudariku

yang dirahmati oleh Allah

Ukhti yang baik,

Kecantikan adalah anugerah. Senyum manis adalah berkah. Sungguh karunia dari Allah bahwa wanita diciptakan memiliki kecantikan yang sangat mempesona. Dan kecantikan itulah yang akan menjadi jalannya menuju surga, jika ia mampu membarenginya dengan akhlaq yang mulia.

Rasulullah menjelaskan bahwa di antara fitrah lelaki adalah menyukai kecantikan wanita. Bahkan 'Aisyah yang merupakan salah seorang shahabiyah paling pandai di masa itu, terkenal pula karena kecantikannya. Rasulullah menjulukinya Humaira': Gadis yang pipinya merona merah.

Dan karena kecantikannya itu, wanita dapat mengumpulkan pahala yang sebesar-besarnya dari Allah. Caranya? Bersyukurlah atas nikmat yang Allah berikan itu dan pandailah menjaga diri. Rasulullah mengajarkan cara bersyukur itu dengan membiasakan diri membaca do'a tatkala bercermin:

اللَّهُمَّ كّمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

Yang maknanya, "Ya Allah... Sebagaimana Engkau telah mengelokkan parasku, elokkan pulalah akhlaqku..."

Ukhti yang dijaga oleh Allah...

Tak ada yang salah dengan kecantikan, karena, seperti kata pepatah, kecantikan bukanlah suatu dosa. Tapi sungguh itu tak berarti bahwa setiap wajah yang cantik berhak dijadikan barang tontonan. Kami kaum pria sangat bersedih karena sekarang ini banyak di antara kawan-kawan Ukhti yang gemar memajang wajah cantik mereka di profil Facebook. Juga di blog-blog yang katanya pribadi, tapi nyatanya dapat diakses oleh siapapun.

Ini adalah satu hal yang sangat marak belakangan ini. Satu hal yang dianggap lumrah, sehingga para gadis berjilbab itu memasang pose-pose mereka di foto-foto yang kian hari kian bertambah jumlahnya. Seakan nama saja sudah tidak cukup.

Mohon Ukhti tanyakan pada mereka, apa sesungguhnya tujuan mereka memajang foto tersebut di tempat-tempat publik? Yakni foto dengan gaya yang menggoda serta senyum yang memikat!

Jika tujuan berjilbab itu adalah agar menutupi aurat dan terhindar dari pandangan-pandangan jahat, apakah itu pula yang menjadi tujuan mereka saat bergaya di depan kamera dan memamerkannya pada setiap orang?

Jika berjilbab itu tujuannya adalah mencari ridho Allah, apakah tujuan memperlihatkan foto-foto itupun adalah ridho Allah? Apakah betul Allah akan ridho pada wanita yang melakukan hal itu?

Ukhti yang baik,

Kami kaum pria sangat bersedih menghadapi fenomena ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara gadis-gadis yang fotonya tersebar di seantero jagad ini adalah istri atau calon istri kami. Apakah mereka tidak tahu bahwa foto mereka tersimpan dalam komputer puluhan, ratusan atau bahkan mungkin jutaan pria lain yang tidak berhak? Yang mungkin saja dijadikan sarana oleh para pendosa sebagai ajang bermaksiat? Apakah mereka mengijinkan pria-pria selain suami mereka itu menyimpan foto-foto tersebut?

Ukhti,

Kami kaum pria sangat bersedih mendapati semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah ibu atau calon ibu kami, yang seharusnya menunjukkan caranya menjaga diri, bukan dengan menunjukkan hal-hal yang seharusnya disembunyikan...

Kami kaum pria sangat bersedih menyaksikan semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah guru atau calon guru kami, yang seharusnya mendidik dan mengajarkan Al Qur'an serta akhlaqul karimah kepada kami.

Apakah semua ini akan dibiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian? Tanpa ada seorangpun yang berani menegur serta mengingatkannya, memberitahukan bahwa itu adalah sebuah kesalahan? Atau harus menunggu tangan-tangan jahat memanfaatkannya untuk merusak harga diri dan menyebarkan aib yang seharusnya ditutup rapat-rapat?

Ukhti yang baik...

Jazakillah khairan... Terima kasih banyak karena Ukhti tetap pandai menjaga diri dari sekecil apapun celah-celah kealpaan. Tapi tolong sampaikan pula pada kawan-kawan Ukhti, agar merekapun mengikuti jejak ukhti dengan menghapus foto-foto mereka dari Facebook dan blog-blog mereka. Sampaikanlah pada mereka agar menahan diri dari keinginan menunjukkan eksistensi diri di hadapan pria yang tidak berhak.

Jika mereka ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka cantik, cukuplah tunjukkan pada suami mereka saja. Atau orang tua dan anak-anak mereka saja. Karena Allah Maha Tahu segala sesuatu. Jika mereka membutuhkan sanjungan atas kecantikan yang telah dianugerahkan Allah pada mereka, biarlah Allah saja yang menyanjungnya, dengan balasan berlipat-lipat ganda di hari akhirat kelak.

Dan jika mereka ingin kecantikan mereka dikagumi, biarkanlah suami mereka saja yang mengagumi, lalu memberikannya sejuta hadiah cinta yang tidak akan pernah ada bandingnya...

Sementara kami, kaum pria yang tidak atau belum berhak atas itu semua, biarlah asyik masyuk tenggelam dalam do'a, agar dianugerahi istri yang cantik dan shalehah, ibu yang baik dan bersahaja, guru yang taat dan menjaga martabatnya...

Agar Allah mengumpulkan kita kelak di surgaNya. Meraih ridho dan ampunanNya serta dihindarkan dari adzab neraka...

Atas perhatian dari Ukhti, saya ucapkan jazakillah khairal jaza...

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Semoga bermanfaat...

Kamis, 19 Mei 2011

Karena Muslimah itu cantik!!!

Kiat Menjadi Muslimah  Cantik, Cerdas, dan Inovatif
Saudariku muslimah,
Sungguh Maha Sempurna Allah yang menjadikan sesosok manusia yang bernama wanita ini dalam bentuk seindah-indahnya. Dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki keindahan wanita kian terpancar, begitu kira-kira ucapan penyair. Wanita memang sangat indah dan semua orangpun mengakuinya, baik wanita yang memiliki kulit putih, kuning langsat, sawo matang atau hitam sekalipun wanita merupakan makhluk Tuhan yang paling menarik.
Wanita yang seringkali mendapat predikat cantik karena keistimewaannya itu, namun cantik sesungguhnya bukan hanya berasal dari tampilan fisik namun hati yang cantik jua.
Islampun sangat menghargai kehadiran wanita, islam mengangkat wanita dari keterpinggiran, keterasingan dan bahkan kebodohan.
Kau Tercipta dari Keindahan
Saudariku muslimah,
Sungguh kau tercipta dari keindahan yang teramat indah, seperti yang tergambar dari syair ini:
Wanita
Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
(Agar Bidadari Cemburu Padamu-Salim A Fillah)
Duhai saudariku muslimah sungguh cantik itu bukan hanya tampilan wajah yang rupawan melainkan cantik hati, jiwa, akal dan pikiran. Sungguh cantik itu tidak terbatas, mengapa kita mebatasi cantik itu dalam satu pandangan saja? Bukankah keindahan dan kecantikan itu dapat dilihat dari berbagai macam sudut. Seperti halnya bunga yang indah, bukankah banyak bunga yang memiliki karakteristik khusus pada masing-masingnya. Kita tidak dapat menilai bunga itu indah hanya karena kelopaknya yang mekar atau mahkotanya yang indah.
Saudariku muslimah, jangan pernah bersedih apabila ada seseorang yang mengkriteriakan kecantikan dari satu aspek saja, karena pada dasarnya setiap wanita itu cantik. Allah memberikan kelebihan yang amat luar biasa padamu, mungkin saja kau belum menyadarinya, atau mungkin kau belum ikhlas menerima keadaan diri sendiri atau bahkan belum mengetahui bagaimana memperlihatkan kecantikan yang ada pada dirimu.
Dari Mana Cantik Itu Datang?
Kecantikan itu akan dating dengan sendirinya apabila jiwa dan hati kita memiliki criteria sebagai berikut :
  1. Ikhlas Menerima Keadaan Diri Sendiri
Wanita yang cantik adalah mereka yang ikhlas menerima keadaan dirinya dan menyerahkan sepenuhnya bahwa keutamaan itu milik Zat Yang Maha Esa, terutama ketika ia bercermin dan merasakan bahwa wujud yang ada dihadapannya adalah anugerah Allah yang teramat istimewa.
Dan lantas berdoa
“Ya Allah, sebagaimana engkau telah memperindah rupa dan fisikku, maka percantik pulalah akhlakku dan jauhkanlah aku dan hindarilah aku dari siksa api neraka”
Kita tidak perlu mengubah apa yang Allah berikan pada kita, karena Dia telah memberikan yang terbaik untuk kita. Kita hanya perlu mensyukuri pemberian itu dengan cara merawatnya. Kita tak perlu merubah tampilan kita dengan menggunakan ala kosmetika yang modern hingga ingin tampil sempurna karena pada dasarnya kesempurnaan itu akan hadir dari hati yang catik, jiwa yang ikhlas serta pribadi yang cerdas.
  1. Menjadi Diri Sendiri, Tidak Menjadikan Orang Lain Sebagai Trend Center
Kecantikan pribadi itu tak perlu meniru orang lain atau bahkan menjadikan sosok manusia sebagai figure yang patut ditiru gaya pakaiannya, penampilannya, atau gaya hidupnya. Saudariku, sungguh sangat merugi oaring yang menajdikan wanita lain yang penampilannya cantik namun belum kita ketahui rahasia kecantikan yang ada pada dirinya, jangan pernah terlena untuk mengikuti trend televise yang memanjakan mata kita dengan make up dan aksesoris yang ternyata sangat tidak asli, tipuan, bahakan mungkin dapat merusak kesehatan. Mari kita renungkan apakah selebriti yang terlihat cantik di televise tersebut memilki kecantikan yang murni bahkan sebagian dari mereka rela menghabiskan berjuta-juta rupiah untuk melakukan perawatan collagen dan sebagainya.
  1. Air Wudhu, Kosmetika Yang Ampuh
Saudariku yang cantik,
Kebersihan adalah hal yang menopang kecantikan, apabila kita ingin terlihat cantik maka kita harus menjaga kebersihan. Air wudhu yang suci lagi mensucikan akan membuatmu lebih cantik apabila kau menggunakannya dan menjaganya. Apabila kau berwudhu maka pancaran yang terlihat dari wajahmu adalah simpul senyum keikhlasan, rona keimanan dan ketentraman hati. Dengan demikian dirimu akan terlihat cantik bahkan lebih cantik dibandingkan saat kau memakai tata rias wajah.
  1. Jilbabmu, Mahkotamu
Saudariku yang amat dicintai Allah,
Sungguh teramat cantik dirimu, hidungmu menghembuskan nafas keikhlasan, bibirmu menuturkan kata kelembutan, jiwamu menyemangatkan tiap langkah hidupmu. Namun saudariku, kau akan etrlihat lebih cantik apabaila rambutmu yang etrurai itu terlindungi oleh hijab. Kau akan semakin cantik dan terlindungi dari ketombe pandangan nakal yang ada diluar sana. Kau akan memiliki keistimewaan yang luar biasa dibandingkan dengan wanita yang gemar mempertontonkan keindahannya. Maka dengan demikian kau akan senantiasa dihormati oleh para lelaki dan siapapun yang memandangmu akan merasa tentram. Bukankah Allah un menganjurkan demikian dalam firmannya.
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilba-jilbab mereka keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya kau lebih dikenal, karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah, Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.”
(QS.Al Ahzab 59)
Jadilah Wanita Yang Cerdas
Saudariku muslimah,
Sungguh kita diciptakan bukan tanpa sebab, Allah tidak akan membiarkan kita hanya terlahir,tumbuh, makan, minum, dan meninggal begitu saja tapi kita memiliki tugas dan tujuan yang amat besar dimuka bumi ini, yakni menjadi pemimpin yang bermanfaat. Jadilah wanita tangguh yang cerdas dan memiliki cita-cita.  Allah akan memberikan setiap kebaikan dalam langkah yang kita buat, ia memberikan kita akal untuk berpikir lebih maju kedepan dan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk menapaki masa yang akan dating. Muslimah yang cerdas adalah muslimah yang memiliki cita-cita, ia memilik tujuan dalam hidupnya dan merencanakan segala sesuatu yang ingin dikerjakan.
Saudariku muslimah,
Muslimah yang memiliki cita-cita tidak pernah mengenal putus asa, walau terkadang ia menghadapi rintangan namun dengan cekatan ia dapat mengatasinya, apabila ia mengalami kegagalan maka dengan cepat ia menjadikan kegagalan tersebut sebagai cambuk untuk mencapai kemenangan yang baru. Muslimah yang memiliki cita-cita adalah mereka yang sabar, optimis, bersemangat dan percaya diri. Mereka selalu melihat pada level tertinggi dan tak terbatasi oleh apapun selama itu masih dalam koridor agama Islam. Ia akan selalu berusaha meningkatkan kemampuan yang ia miliki dan menambah ilmu yang belum ia kuasai. Ia memiliki rasa haus ilmu dan semangat untuk terus mengembangkan potensi. Muslimah yang cerdas tidak akan pernah malu melkukan hal-hal kecil dan tidak menganggap remeh suatu hal, ia akan senantiasa meluangkan waktu luangnya dan mengorbankan kesenangannya untuk kebaikan yang akan dating. Ia akan selalu menyertakan Allah dalam langkahnya baik itu dalam kegagalan maupun keberhasilan.
Saudariku yang cerdas, orang yang memiliki cita-cita adalah orang yang memahami SWOT yang ada pada dirinya. SWOT singkatan dari Strong (kekuatan) Weaknes(kelemahan), Opportunity (kesempatan) dan Theart (Ancaman). Strong merupakan segala sesuatu yang bersifat positif atau kelebihan yang da pada diri kita, sebaliknya kelemahan yang ada pada diri kita disebut weakness. Sedangkan opportunity adalah kesempatan atau peluang yang dapat kita raih dan theart merupakan ancaman yang dapat membahayakan diri atau hidup kita.

Selasa, 17 Mei 2011

♥♫♥Jangan Putus asa dalam Ber'Doa'a ♥♫♥ ♥ ✿ ♥ (_¸.•'´* ♥ ♥ ✿ ♥ ♥ *`'•`'•.¸_) ♥ ✿ ♥


بِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ                     
✿♥✿~~~> *♥♫♥ ✿ ♥♫♥* <~~~✿♥✿
...Doa hendaklah dibaca dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan ALLOH.

SABAN hari umat Islam di seluruh pelosok dunia memanjatkan doa kepada Allah Azza WaJalla dengan harapan segala permohonan diperkenankan-Nya.
Namun tidak semua doa daripada seseorang insan itu termakbul. Lantaran itu, sesetengah pihak tertanya-tanya kenapa doanya itu tidak berhasil sedangkan

Allah Azza Wa Jalla berfirman:

Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. (Ghaafir: 60)

Disebabkan perasaan kecewa kerana tanggapan bahawa permohonannya itu seakan-akan tidak dimakbulkan, maka timbul perasaan putus asa. Sehingga ada yang meninggalkan amalan berdoa yang sebenarnya merupakan salah satu ibadah yang dimuliakan Allah.

Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam. bersabda:

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibanding doa”. (Riwayat Tirmidzi)

Hakikatnya, Allah Azza Wa Jalla adalah Tuhan yang Maha Adil dan Dia sentiasa mengotakan janji-janji-Nya. Namun hamba-hamba-Nya adakalanya gagal untuk memahami hikmah di sebalik segala keputusan Allah. Kita merasakan apa yang dipinta daripada-Nya itu merupakan yang terbaik untuk diri kita sedangkan Allah lebih mengetahui segala-galanya dan setiap keputusan-Nya itu memiliki hikmah yang adakalanya tidak disedari oleh seseorang insan.
Ada ketikanya apabila Allah tidak memperkenankan sesuatu permintaan hamba-Nya disebabkan kerana Allah ingin memberikan sesuatu yang lebih baik dari apa yang dipinta.

Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam. bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan sebuah doa yang tidak berisi dosa dan permintaan untuk memutuskan silaturahim melainkan Allah akan mengurniakan kepadanya salah satu dari tiga perkara: Allah akan segera memakbulkan doanya atau Allah akan menyimpan doanya sebagai pahala di akhirat atau Allah akan menghindarkan dirinya dari keburukan semisalnya. Mereka berkata: Kalau begitu kami harus memperbanyakan berdoa.

Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam. bersabda: Apa yang Allah kurniakan kepada kalian lebih banyak dari yang kalian minta”. (Riwayat Imam Ahmad)

Begitulah resam seorang insan yang selalu lupa tentang apa yang telah dikurniakan Allah yang hakikatnya lebih banyak berbanding permintaannya yang dianggapnya tidak dimakbulkan itu. Malah menerusi hadis di atas dapat kita fahami bahawa ada waktunya Allah menggantikan apa yang dipinta oleh hamba-hamba-Nya itu dengan menghindarkan diri mereka dari ditimpa kemalangan ataupun apa-apa jua bentuk musibah.

Ada ketikanya Allah menangguhkan untuk memperkenankan sesuatu permintaan dan dikurniakan sebagai ganti berupa ganjaran pahala di akhirat yang tentu sekali akan lebih memberi manfaat yang besar kepada hamba-hamba-Nya.

Insan tetap insan yang sebagaimana telah kita semua sedia maklum terbelenggu dengan pelbagai kelemahan. Kenapa tatkala merasakan Allah seperti tidak memperkenankan doa-doanya, seseorang insan itu tidak terlebih dahulu melihat kekurangan yang ada pada dirinya sendiri.

Bagaimana mungkin Allah ingin menjawab permintaannya itu sekiranya seseorang itu sentiasa bergelumang dengan perbuatan maksiat serta meninggalkan segala kewajipan yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Nabi Sallallahu 'alaihi Wasallam. bersabda:
“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu harus mengerjakan segala yang baik (makruf) dan meninggalkan segala yang keji (mungkar), atau jika tidak Allah pasti akan menurunkan seksa ke atas kalian, nanti bila kalian berdoa tidak akan dimakbulkan”. (Riwayat Tirmidzi)

Tidak dapat dinafikan kelalaian seseorang dalam menurut perintah Allah dan juga tewasnya seseorang dengan godaan hawa nafsu merupakan penyebab utama terhalangnya kurniaan kebaikan (seperti mudah termakbulnya doa) daripada Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:

Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum
sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkan-Nya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripada-Nya. (al-Ra’ad: 11)

Mana mungkin Allah SWT akan memperkenankan sesuatu permohonan jika
hamba-hamba-Nya tidak mempedulikan perkara halal dan haram dari segi sumber rezeki, pemakanan dan pakaian-pakaiannya dalam kehidupan seharian.

Firman Allah:

Wahai Rasul-rasul, makanlah dari benda-benda yang baik lagi halal dan
kerjakanlah amal-amal soleh; sesungguhnya Aku Maha Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan. (al-Mukminun: 51).

Dan Dia berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari benda-benda yang baik (yang halal) yang telah Kami berikan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika betul kamu hanya beribadat kepadanya. (al-Baqarah:172).

Kemudian Baginda menyebutkan tentang seseorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut dan berdebu. Dia berdoa sambil menadahkan tangannya ke langit, dia berucap: Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia dikenyangkan dengan makanan yang haram, lalu bagaimana mungkin doanya dimakbulkan. (Riwayat Imam Muslim)

Sikap terburu-buru sesetengah insan dalam meminta doanya agar dimakbulkan segera sehinggakan wujud perasaan putus asa apabila permintaan tersebut tidak tercapai merupakan antara faktor yang menyebabkan terhalangnya doa itu diterima oleh Allah Azza Wa Jalla.

Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam. bersabda: Akan dimakbulkan doa salah seorang di antara kamu selagi dia tidak terburu-buru lalu dia mengatakan:
Aku sudah berdoa namun tidak dimakbulkan bagiku. (Riwayat Imam al-Bukhari)

Sewajarnya setiap insan tidak putus harapan dalam berdoa dan tetap memperbanyakkan amalan berdoa. Keyakinan bahawa Allah Azza Wa Jalla akan memperkenankan doa hamba-hamba-Nya juga merupakan faktor yang dapat mempermudahkan termakbulnya doa.

Sekiranya doa itu diyakini sebagai ibadah maka hendaklah kita menghadapkan doa itu ikhlas hanya kepada Allah Allah Azza Wa Jalla tanpa sebarang perantaraan yang bertentangan dengan syarak dan tatacara berdoa itu juga hendaklah bersesuaian dengan sunah Rasulullah agar ia diterima oleh Allah Allah Azza Wa Jalla.

Doa itu hendaklah dibaca dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan Allah dan dengan suara yang perlahan.

Firman-Nya:

Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas. (al-A’raaf: 55)

Justeru, hendaklah setiap insan melazimkan diri mereka dengan berdoa. Pada masa yang sama hendaklah setiap insan itu juga berusaha untuk memperbaiki kekurangan diri dalam menurut segala perintah Allah Allah Azza Wa Jalla dan meninggalkan larangan-Nya agar ia dapat memudahkan termakbulnya doa...